Meminta Pertolongan Kepada Nabi SAW (Istighosah)
2023-08-12 16:22:59
1. Kitab Faidh al-Qadir, karya Al-Manawi yang bermadzhab Syaf’i, jilid 1, Halaman 500, Terbitan Dar al-Fikr, Cetakan tahun 2006 M /1426-1427 H
Ibn Sunni berkata: Bahwa seseorang kakinya keram disamping Ibn Abbas, lalu dia berkata kepadanya: "Sebutlah manusia yang paling kamu cintai" kemudian dia berkata: "MUHAMMAD SAW!, maka seakan-akan dia terlepas dari ikatan (hilang keramnya)".
Al-Haitsami berkata: "Sanad yang dibawakan At-Tabrani dalam kitab al-Kabir adalah Hasan, dan dengannya batallah pernyataan orang yang meyakini bahwa riwayat ini dhaif apalagi palsu, bahkan aku mengatakan: "redaksi riwayat ini shahih, dimana ibn Khuzaimah telah meriwayatkannya dalam kitab shahihnya dengan lafad yang telah disebutkan dari Abu Raf' al-Mazburi....
Apakah ada yang dapat berkomentar bahwa dalam riwayat ini Ibn Abbas telah mengajarkan seseorang untuk melakukan kemusyrikan? karena seharusnya Ibn Abbas memerintahkan orang tersebut untuk mengucapkan: "Ya Allah", namun disini beliau mengajarkannya dengan menyebut "Muhammad" atau inilah dalil yang merupakan dibolehkannya untuk meminta tolong (istigotsah) kepada Rasulullah saw.
Dan sekarang mari kita lihat dengan jeli dan penuh perhatian, apa yang diucapkan oleh Zainab binti Ali bin Abi Talib disaat dirundung kedukaan dan kesedihan ketika melihat saudaranya yaitu Sayyidina Husain ra yang sudah tebunuh.
2. Kitab al-Bidayah wan-Nihayah, karya Ibn Katsir yang bermadzhab Syaf’i, jilid 5, Halaman 701, Terbitan Dar al-Fikr, Cetakan pertama tahun 2005 M / 1425
Ibn Katsir berkata: "Adapun sisa keluarga dan para istrinya (yaitu Sayyidina Husein ra), sesungguhnya umar bin Sa'ad telah mewakilkan kepada mereka orang yang akan menjaganya kemudian menaikan mereka diatas unta-unta dalam tandu. ketika mereka melewati tempat peperangan dan melihat kepala Sayyidina Husain serta para sahabatnya diatas tombak-tombak, maka disanalah para wanita itu menangisinya dan menjerit, adapun Zainab meratapi saudaranya yaitu Sayyidina Husain dan keluarganya, seraya berkata dalam keadaan menangis: "WAHAI MUHAMMAD, WAHAI MUHAMMAD! Allah bershalawat kepadamu dan para malaikat langit, inilah Husain di tanah lapang yang berlumuran darahnya, terlepas anggota badannya, WAHAI MUHAMMAD! Putri-putrimu menjadi tawanan, keturunanmu terbunuh dan anak-anak kecil terlantar. Demi Allah, Zainab telah membuat semua musuh dan temannya menangis".
Juga mari kita perhatikan kembali dengan jeli dan seksama, apa yang diucapkan oleh para sahabat ketika dimedan perang, kita akan mengetahui slogan apa yang mereka teriakkan ketika menghadapi musuh.
3. Dalam Kitab al-Bidayah wan-Nihayah, karya Ibn Katsir yang bermadzhab Syaf’i, Jilid 5, Halaman 30, Terbitan Dar al-Fikr, Cetakan pertama, tahun 2005 M
Ibn Katsir berkata: "diriwayatkan Dari Abu Hurairah yang berkata: "... Khalid bin Walid membawa pasukan sampai melewati mereka dan berjalan ke gunung musailamah, dia menanti sampai disana lalu membunuhnya kemudian dia mundur dan berdiri diantara dua shof. Kemudian kholid maju berduel seraya berkata: "aku adalah putra Al Walid Al-'Aud, aku adalah putra 'Amir dan Zaid, kemudian dia menyeru dengan syiar muslimin dan syiar mereka saat itu adalah "WAHAI MUHAMMAD".
4. Dalam Kitab Syadzaratuz Dzahab, karya Ibn Imad yang bermadzhab Al-Hanbali, Jilid 8, Halaman 359, Terbitan Dar al-Fikr
Ibn Imad berkata: "Syihabuddin Ahmad bin Ahmad bin Hamzah Ar-Ramli Al-Anshari As-Syaf'i, dia adalah seorang Imam, Alim Ulama, SYEIKHUL ISLAM…."
Sekarang mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Imam Ramli dalam kitabnya berikut ini.
5. Dalam Kitab Fatawa Al-Ramli fi furu’il Fiqhi Al-Syaf’i, karya Imam Al-Ramli yang bermazhab Syaf’i, Halaman 740, Terbitan Dar al-Kutub Al-ilmiyyah, Ce
"Al-Ramli ditanya tentang hal yang dialami orang awam mengenai perkataan mereka ketika ditimpa musibah "wahai Syeikh atau wahai Rasulullah" dan semisalnya berupa permintaan tolong kepada para Nabi, Rasul, Auliya, Ulama dan orang-orang sholeh, Apakah hal itu diperbolehkan atau tidak?".
"Dan apakah para Nabi, Rasul, Auliya, orangorang soleh dan ulama, dapat dimintai pertolongan setelah mereka wafat?"
Imam Al-Ramli menjawab: "Sesungguhnya meminta pertolongan kepada para Nabi, Rasul, Auliya, Ulama dan orang-orang shaleh adalah DIPERBOLEHKAN. Dan para Rasul, Nabi, Auliya serta orang-orang shaleh dapat dimintai pertolongan SETELAH MEREKA WAFAT, karena mukjizat para Nabi dan kekeramatan para wali tidaklah terputus dengan kematian mereka"