Keturunan Rasulullah Tidak Terputus

2023-09-09 02:51:39

1. Kitab Shawaiq al-Muhriqah karya Ibn Hajar Al Haitami yang bermazhab Syaf’i, Halaman 232, Terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah, Cetakan kedua Tahun 1985M/1405

Ibn Hajar Al Haitami berkata: "Didalam hadis anjuran atas berpegang teguh kepada Ahlul Bait merupakan Isyarat tidak terputusnya (orang yang berasal dari Ahlul Bait) yang berhak untuk dijadikan pegangan sampai hari kiamat, begitu pula dengan al-Quran, oleh karena itu mereka (Ahlul Bait) membawa keamanan bagi penduduk bumi...." 

Ibn hajar menegaskan bahwasannya Ahlul Bait untuk menjadi pegangan umat Islam harus ada sampai hari kiamat, sehingga keturunan Nabi saw senantiasa eksis sampai akhir zaman, riwayat ini sekaligus menjadi bantahan bagi mereka yang meyakini bahwa keturunan Nabi saw telah terputus. Sekarang kita perhatikan pernyataan beliau dalam kitabnya yang lain pada bagian selanjutnya... 

2. Kitab Al-Minah al-Makiyyah karya Ibn Hajar Al Haitami yang bermazhab Syaf’i, Halaman 539, Terbitan Dar al-Minhaj, Cetakan kedua tahun 2005M/1426H

Ibn Hajar berkata: "Bahwasannya anak-anak Fatimah dan keturunan mereka, dinamakan ANAK-ANAK NABI saw, dan mereka dinisbatkan kepada Rasulullah saw nisbat HAKIKI yang bermanfaat di dunia dan akhirat, yang menunjukkan hal ini adalah hadis shahih bahwasannya Rasulullah saw berkhutbah seraya bersabda: "Sampai kapan kaum ini akan berkata: 'bahwasannya keturunan Rasulullah saw tidak memberikan manfaat kepada kaumnya pada hari kiamat, demi Allah sesungguhnya keturunanku tetap bersambung di dunia maupun di akhirat". 

Rasulullah saw dimasa hidup beliau telah menjelaskan kepada umat, mengapa orang-orang mengatakan "keturunanku itu terputus" dan sangat terbukti sabda beliau saw yang mana dizaman sekarang pun ada sekelompok yang meyakini bahwa hal itu terjadi, disini ibn hajar menegaskan sesungguhnya keturunan beliau saw tidak terputus dimana anak-anak Fatimah ra juga disebut anak-anak Nabi saw. 

Sebagaimana pernyataan Ibn Katsir di berikut ini bahwa keturunan Rasulullah saw tetap eksis dan tidak terputus sekalipun jalur mereka dari Fatimah ra. 

3. Kitab tafsir Ibn Katsir oleh Ibn Katsir yang bermazhab syaf’i, Jilid 2 Halaman 678-679, Terbitan Dar al-Fikr, cetakan tahun 2006 M

Ibn Katsir berkata: "Dan dalam penyebutan "Isa" as kedalam keturunan "Ibrahim" atau "Nuh" pada perkataan yang lain adalah dalil akan masuknya seorang anak (yang berasal) dari anak perempuan kedalam keturunan laki-laki, karena "Isa" as dinisbatkan kepada "Ibrahim" as melalui ibunya yaitu "Maryam" as padahal dia tidak memiliki ayah". 

4. Kitab Tafsir Al Fakhrurrazi Karya Imam Fakhrurazi yang bermazhab Syaf’i, Jilid 16 Halaman 125, Terbitan Dar al-Fikr, Cetakan Tahun 2002M/1423H

Fakhrurrazi berkata: Pendapat yang ketiga: "Yang dimaksud dengan al-Kautsar adalah anak-anaknya (keturunan Nabi saw)", mereka (Yaitu ulama yang berpendapat seperti ini) berkata: "karena surat ini (al-Kautsar) turun sebagai sanggahan bagi orang yang menghina Nabi saw dengan mengatakan bahwa Nabi saw tidak memiliki keturunan. Maknanya adalah bahwasannya Allah swt memberikan kepada Rasulullah saw keturunan yang tetap ada sampai akhir zaman" 

"Lihatlah berapa banyak Ahlul Bait yang telah terbunuh sedangkan alam ini TETAP DIPENUHI OLEH MEREKA (Ahlul Bait) dan tidak tersisa seorangpun yang dipandang dari keturuan bani Umayyah di dunia ini, kemudian lihatlah berapa banyak tokoh ulama terkemuka dari Ahlul Bait (dari kalangan keturuan Nabi saw) seperti al-Baqir, ash shadiq, al-Kazim, ar Ridha Alaihimus salam dan Nasfu Zakiyyah juga sosok-sosok semisal mereka."