Amalan Ibadah Nisfu Sya'ban Bukan Bidah
2024-03-15 08:52:11
1. Kitab Shahih Al-Jami Al-Shogir, karya Al-Albani ulama wahabi, Jilid 2 Halaman 785 Hadis Nomor 4628, Terbitan Al-Maktab Al-Islami, Cetakan Ketiga Tahun
Rasulullah saw bersabda: "Pada malam nisfu Sya'ban Allah swt akan mengampuni dosa-dosa para penghuni bumi kecuali orang musyrik dan yang bermusuhan".
Al-albani mengomentari hadis ini dengan men gatakan: "Shahih".
Riwayat ini menunjukkan kepada kita tentang keutamaan malam nisyfu sya'ban dan meng hidupkannya, karena Rasul saw mengatakan bahwa pada malam tersebut Allah swt akan mengampuni dosa-dosa penghuni bumi.
Karena itu jika menghidupkan malam tersebut dikatakan amalan yang bid'ah lantas bagaimana caranya kita dapat memperoleh ampunan Allah itu?
Karena Allah swt berfirman dalam Qs.3:135
Dalam ayat ini dikatakan "fastaghfaru li zunubihim" mereka meminta ampun dari dosa-dosa mereka, sehingga permintaan ampun tersebut harus dimulai dari hamba-Nya yang mana nantinya Allah akan memberi ampunan.
Disinilah alasan mengapa muslimin menghidupkannya dengan amal ibadah seperti doa, dzikir dan sholat. Artinya ibadah apapun yang kita lakukan di malam nisfu syaban demi meraih ampunan Allah swt bukanlah amalan yang bid'ah. Bahkan Imam Syafi'i menyampaikan dalam kitab selanjutnya...
2. Kitab Maushu’ah al-Umm, karya Imam As-Syafi’i, Jilid 1 hal 395 Terbitan al-Maktabah al-Taufiqiyah
Imam As-Syafi'i berkata: "Telah sampai kepada kami bahwa sesungguhnya doa di lima malam akan dikabulkan yaitu pada malam jum'at, idul adha, idul fitri, malam pertama bulan rajab dan MALAM PERTENGAHAN NISFU SYA'BAN... dan aku memandang baik apa-apa yang diceritakan tentang malam-malam ini tanpa menjadikannya wajib".
Disini imam Syafi'i menegaskan bahwa berdoa di malam nisfu sya'ban merupakan malam dikabulkannya doa, karena itu muslimin menghidupkan malam tersebut dengan memperbanyak doa.
Sehingga ketika ada kelompok yang mengatakan bahwa menghidupkan malam nisfu sya'ban adalah bid'ah berarti mereka secara tidak langsung telah mengatakan imam Syafi'i melakukan bid'ah atau mungkin mereka lebih alim dari imam syafi'i.